Berjalan Sendiri
Berjalan sendiri itu menyenangkan. Tidak perlu bertanya “mau lewat mana?” atau beradu pendapat “lebih baik jalan ke sini”. Cukup percaya pada instingmu dan seolah ada malaikat yang turun dari langit sebagai petunjuk jalanmu. Jadi, aku tetap melangkah tanpa menoleh lagi ke belakang.
Berjalan sendiri itu sepi. Hanya hening yang tercipta sepanjang jalan. Bahkan jangkring ataupun binatang malam enggan menyapa. Sendiri memang menyiksa. Seolah hanya kamu manusia yang tersisa si bumi ini. Namun, perjalanan harus tetap berlanjut.
Berjalan sendiri itu penuh sensasi. Ada banyak hal tak terduga disana. Bertemu teman seperjuangan, berkawan dengan ketenangan, berlari dengan angin. Ketika sampai ditujuan akhir, kerinduan akan hal itu akan terasa kembali. Maka, aku sedang menikmati detik-detik penuh sensasi ini.
Berjalan sendiri itu menegangkan. Akan banyak kejutan disepanjang jalan yang kamu temui. Sedikit kerikil masa lalu tidak perlu menjadi penghalang, karena masa itu telah kamu lalui. Cobalah berlari agar bayangnya segera sirna dan perlahan kamu akan kembali seperti sediakala. Selamat datang di perjalanan penuh makna.
Berjalan sendiri itu perjuangan. Dengannya, kamu lebih mengenal tentang dirimu. Tanpa perlu belajar atau mendengar perkataan manusia lain. Karena sesungguhnya kamu tidak benar-benar sendiri. Akan selalu aada dua sudut bertentangan jauh dalam nuranimu. Bukankah duniamu lebih ramai dari pasar? Maka, tidak perlu khawatir akan tersesat.
Berjalan sendiri itu indah. Bila kamu maknai hadirnya dengan penuh senyuman diselingi tawa. Yaah, inilah kehidupan. Bukan untuk berkeluh kesah dengan hadirnya. Cukup nikmati dan rasakan. Tentu, setiap perjalananmu akan penuh keindahan.
*rehatsejenak, 051211
Untuk para penyendiri yang slalu memaknai perjalanannya dengan penuh senyuman :D


1 comments:
bagus kata2nya dul :)
Post a Comment