Teknologi telepon seluler generasi ketiga atau 3G, sebenarnya direncanakan oleh badan telekomunikasi dunia ITU (International Telecommunication Union) sejak tahun 1992. ITU kemudian membentuk grup tersendiri untuk proyek ini yang dikenal dengan IMT-2000 (International Mobile Telecommunications-2000). Kenapa ada 2000-nya? Ada 3 alasan kenapa memakai angka 2000. Yang pertama adalah proyek generasi ketiga ini memiliki harapan untuk selesai pada tahun 2000. Yang kedua, alokasi frekuensi untuk 3G memang memiliki arah untuk ditempatkan pada pita frekuensi radio sekitar 2Ghz. Terakhir, angka 2000 menunjukkan besarnya laju data yang diharapkan mampu di-support oleh 3G.
Sebelumnya, ITU telah mendefinisikan apa-apa saja yang diharapkan dari telekomunikasi generasi ketiga ini. Beberapa visi itu antara lain:
Universal Global Roaming
Laju data yang lebih tinggi (144 kbps dalam kecepatan vehicular; 384 kbps outdoor atau dalam kecepatan pedestrians; dan 2 Mbps dalam kondisi indoor stationary)
Peningkatan kapasitas pelanggan per cell, dalam artian penggunaan spektrum frekuensi yang lebih efisien
Konvergensi, 3G diharapkan mendukung mode circuit switched dan packet switched. Dukungan terhadap aplikasi voice, data dan multimedia sekaligus.
Kemampuan transfer data secara simetris dan asimetris; Dukungan terhadap layanan berbasis IP (Internet Protocol)
Setelah spesifikasi diatas dipaparkan oleh ITU, maka datanglah 15 buah proposal yang mengajukan sistem untuk generasi ketiga dari berbagai teknologi. 10 dari proposal ini datang dari teknologi terrestrial, sementara 5 buah sisanya mengemukakan sistemnya berdasarkan sistem satelit. Proposal-proposal ini kemudian dites dan dievaluasi oleh ITU. Akhirnya pada tahun 1999 lima sistem yang berbeda diterima dan masuk sebagai bagian dari keluarga standar IMT-2000. Kelima buah sistem radio interface tersebut antara lain
IMT-DS (Direct Spread). Dikenal dengan nama W-CDMA (Wideband CDMA) atau UTRA-FDD (UMTS Terrestrial Radio Access – Frequency Divison Duplex).
IMT-MC (Multi-Carrier). Dikenal dengan nama CDMA2000. Bentuk ini adalah evolusi 3G dari sistem 2G CDMA (IS-95).
IMT-TD (Time-Division). Standar ini terdiri atas TD-CDMA (Time Division - Code Division Multiple Access) dan TD-SCDMA (Time Division - Synchronous Code Division Multiple Access). Keduanya termasuk dalam standar teknologi UMTS yang dikeluarkan oleh 3GPP.
IMT-SC (Single Carrier). Dikenal dengan nama standar UWC-136 atau EDGE (Enhanced Datarate for GSM Evolution). Bentuk ini adalah evolusi dari GSM, kadang juga disebut 2.75G
IMT-FT (Frequency Time). Bentuk evolusi dari sistem DECT (Digital Enhanced Cordless Phone).
Banyak dari teman-teman mungkin malah jadi bingung yah karena lima buah spesifikasi diatas mengandung beberapa definisi yang belum pernah didengar. Kelima buah proposal diatas hanya berkutat dimasalah interface radio saja. Lebih banyak berhubungan dengan spektrum frekuensi dan metode transmisinya. Seperti apa itu UTRAN? UTRA-FDD?. Oke kita coba pahami pelan-pelan dari sini.
Pertama-tama kita harus tahu bahwa sebenarnya ada beberapa teknologi yang termasuk 3G, dua yang paling dikenal adalah UMTS dan CDMA2000. UMTS adalah yang paling luas dikenal di dunia. Karena bentuk ini adalah evolusi dari sistem GSM (3G-nya Telkomsel ya UMTS ini). CDMA2000, dilain pihak juga banyak digunakan, tapi tidak sebanyak UMTS karena sistem ini merupakan evolusi dari sistem cdmaOne (IS-95) yang notabene lebih banyak dipakai di daerah Amerika Utara dan sebagian Asia.
UMTS dikembangkan oleh organisasi yang bernama 3GPP. Sementara CDMA2000 dikembangkan oleh 3GPP2. UMTS, dalam interface radionya menggunakan teknik yang bernama DS-CDMA (Direct-Sequence Code Division Multiple Access). Oleh karena inilah UMTS itu juga kadang disebut WCDMA.
UTRA itu kependekan dari UMTS Terrestrial Radio Access. Ini adalah bagian kecil dari sistem UMTS yang berhubungan dengan masalah teknik penanganan frekuensi dan transmisi radio dalam hubungannya dengan user equipment atau handset pelanggan. UTRA memiliki dua mode operasi. FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). -Apaan lagi nih??- FDD adalah metode dupleks dimana transmisi uplink (dari handset ke BTS) dan downlink (dari BTS ke handset) menggunakan dua frekuensi radio yang berbeda. Jadi, uplink dan downlink punya band frekuensi tersendiri. Sementara, TDD adalah metode dupleks dimana transmisi uplink dan downlink dibawa oleh frekuensi yang sama dengan menggunakan sinkronisasi interval waktu. Yaa prinsip gampangnya kalo FDD itu kaya FDM, TDD itu kaya TDM. Berarti kalo di TDM, time slot-nya ada dua jenis, ada yang buat transmisi dan ada yang buat terima transmisi.
Kemudian, jika kita lihat dari atas lagi, UMTS kan menggunakan teknik DS-CDMA (atau biasa disingkat CDMA saja) dalam rangka mengolah sinyalnya. Sementara pada bagian UTRA., UMTS lebih banyak membicarakan metode tentang bagaimana teknik transmisi downlink dan uplink-nya. Maka, jika kita menemukan ada kata-kata seperti ini : “… standar UTRA-TDD…“ maka kata-kata itu mengacu ke UMTS dengan metode transmisi TDD.
Kalo UTRAN apa?? UTRAN (UMTS Terrestrial Radio Access Network) atau RAN (Radio Access Network) adalah jaringan radio aksesnya si UMTS. Jaringan UMTS sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua bagian besar, ada bagian RAN, ada CN (Core Network). Nah, didalam RAN ini ada beberapa node atau elemen atau unit yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Didalam RAN ada BTS (di UMTS namanya Node B), dan RNC (Radio Network Controller). Lihat gambar dibawah:
Okee sekarang kalo kita balik lagi ke bagian awal, dimana IMT-2000 menerima 5 buah proposal, 2 standar 3GPP berhasil masuk kedalamnya, yakni dalam IMT-DS (Direct Spread) dan IMT-TD (Time-Division).. Sementara standar 3GPP2 juga ada, yakni IMT-MC (Multi-Carrier).



2 comments:
Edan euy geus diajar nukieu.
hehehehe XD
ah sadikit-sadikit..
Post a Comment