'Aduuh tong sampahnya di mana, sih? Masa jalan sepanjang ini susah banget nemuin tempat sampah?'
KATA-KATA ini kerap saya ucapkan ketika ingin membuang sampah dan tidak menemukan satu tong sampah pun.
Banyak sekali sarana umum baik di kampus, kantor, bahkan pusat perbelanjaan minim menyediakan tempat sampah. Tempat sampah diletakkan sangat jauh dan terkadang tidak kelihatan. Terlihat sepele, namun memang kenyataannya sekarang tempat sampah terkadang susah ditemui.
Jika ini terjadi, kita bisa menyimpan sampah kita di tas atau dibawa dahulu sampai menemukan tempat samapah. Akan tetapi, tak jarang terlintas di pikiran, seseorang yang membawa barang banyak akan merasa kerepotan bila membawa kaleng kosong bekas minuman soda. Bisa ditebak, orang tersebut akan membuang sampah sembarangan.
Kesadaran membuang sampah bukan hanya dari sang pembuang sampah. Sarana seperti tempat sampah yang cukup tersedia dan dibersihkan secara berkala akan membangkitkan gerakan buang sampah pada tempatnya. Tempat sampah yang didesain dengan warna mencolok juga bisa memudahkan orang untuk mengenalinya.
Edukasi juga bisa dilakukan dengan memperbanyak paket tempat sampah organik dan anorganik. Ini bisa memudahkan masyarakat memahami, jika sampah anorganik yang susah didaur ulang di tanah seperti sampah plastik dan kertas makin banyak di bumi, maka akan memperberat beban bumi untuk beberapa tahun ke depan.
Selain itu, kreativitas juga bisa digencarkan untuk menangani sampah. Misalnya, sampah plastik diolah menjadi barang-barang yang bisa bermanfaat. Pemerintah juga harus 'melek' bahwa masyarakat Indonesia banyak yang kreatif. Jika kesempatan ini bisa digunakan dengan baik, dengan sendirinya devisa negara juga akan meningkat.
Ayo 'melek' agar bumi kita menjadi sehat.
Bumi nyaman manusia pun nyaman.
Lakukan tindakan nyata untuk bumi kita tersayang..
Andita Benowati
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Trisakti(//rfa)


0 comments:
Post a Comment