Beberapa bulan lalu saya mendapatkan kesempatan untuk perjalanan dinas ke salah satu wilayah 3T di Indonesia, yaitu Asmat tepatnya di Agats yang merupakan ibukota kabupaten tersebut dan termasuk kedalam provinsi Papua. Ada beberapa hal menarik yang saya temui di sini, mari saya ceritakan satu-satu.
- Asmat itu jauh banget dari Jakarta
Pertama kali tahu akan ditugaskan kesana agak deg-degan juga setelah tahu informasi rute yang harus ditempuh lumayan jauh. Perjalanan dimulai menuju Makassar terlebih dahulu, kemudian setelah itu lanjut menuju bandara Mozez Kilangin Airport di daerah Timika.
![]() |
| Icon Bandara Mozes Kilangin Timika |
Sesampainya di Timika, saya pergi ke Pelabuhan untuk mencari tiket kapal ke Agats, tetapi jadwal kapal tidak ada yang besok adanya yang lusa. Sambil menunggu jadwal kapal selama 2 hari itu saya sempat keliling-keliling kota Timika dan sempat juga main ke area Kuala Kencana. Kesan pertama sampai disini hanya ada pertanyaan "kok bisa ? ", iya kok bisa ada kawasan elite seperti ini setelah melewati jalan yang hampir semuanya hutan. Oh iya FYI saja, kuala kencana itu merupakan suatu kawasan yang dikelola oleh PT. Freeport Indonesia, untuk masuk kesini kita akan diperiksa identitas dan kalau mau belanja disana harus menggunakan kartu khusus, yang tidak kalah keren adalah suasanya perpustakan di komplek ini sangat asri dan nyaman. Kalau kesini serasa lagi di "wakanda" tapi versi indonesia.
| Berfoto di Bundaran Kuala Kencana |
Dua hari berlalu menunggu kapal, akhirnya tiba waktu untuk berangkat ke Agats menggunakan KM SIRIMAU infonya perjalanan yang kita tempuh sekitar 12 jam, oh iya ada kejadian lumayan tegang waktu di pelabuhan, jadi selain tujuan ke Asmat saya juga ada keperluan sewa kapal ke daerah-daerah disekitar timika nah saya berencana mencari agen kapal yang bisa disewakan tetapi malah rebutan akhirnya mobil saya dikerumuni oleh orang-orang sana dan mau gak mau harus pergi dulu dari pelabuhan. Kondisi pelabuhan sangat ramai, perlu berhati-hati dengan barang bawaan apalagi ketika menaiki tangga ke kapal. Didalam kapal saya menyewa kamar untuk tidur dan untuk menyimpan barang, harganya sekitar satu juta per trip sudah termasuk makan dua kali kalo gak salah. Oh iya kamar itu bisa dibagi buat empat orang jadi bisa patungan.
![]() |
| KM Sirimau |
Setelah melewati perjalaan yang panjang dengan disuguhkan pemandangan yang indah di perjalanan, akhirnya sampai di Agats pada subuh. Seperti di timika pelabuhan di Agats juga ramai dan tiba disini saya baru tahu kalau disini tidak ada mobil jadi barang-barang kita diangkut menggunakan gerobak.
![]() |
| sunset di kapal |
jadi rute perjalanan dari Jakarta ke Agats adalah Jakarta-Makassar, Makassar-Timika, dari Timika menyebrang ke Agats. Salah satu perjalanan dinas paling lama yang pernah saya alami. oh iya wilayah agats ini termasuk wilayah 3T yaitu wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.
2. Suasana di Perkampungan Agats
Karena sampai di Agats subuh, jadi tidak terlalu terlihat suasananya, sampai disana langsung barang kami diangkut ke penginapan. Suasana perkampungan disana baru dirasakan menjelang siang. Rupanya Agats ini terletak diatas rawa gituh (CMIIW), kalau dilihat sepertinya bukan laut lebih mirip sungai yang besar. Kondisi udaranya juga sejuk tapi sedikit lembab, dan gak ketinggalan kalo jalan ke Papua harus sedia lotion anti nyamuk. Ada yang menarik disini, meskipun perkampungannya diatas air, tapi air untuk keperluan sehari-hari hanya mengandalkan air hujan, Jadi kalau hujan datang warga disana menadah air untuk ditampung.
Fasilitas di perkampungan cukup lengkap dari mulai pasar, penjual makanan, gereja, mesjid dan rumah sakit semua ada disini.
3. Kendaraan Disini Menggunakan Motor Listrik
Salah satu hal yang baru saya sadari disini, kalau semalam saya diantar ke penginapan menggunakan motor listrik. Yaps, canggih bukan? di wilayah yang sangat jauh dari jakarta dan tidak ada jalan aspal tetapi disini sudah sedikit lebih maju. Mungkin alasan menggunakan motor listrik disini untuk faktor keamanan.
Pertama memang untuk mencegah terjadinya kebakaran oleh bensin.
Seperti yang sudah saya bicarakan diatas kalau asmat itu sebagian besar berada di atas rawa, jadi pondasi yang digunakan adalah kayu. Kebayang kan kalau terjadi kebakaran ? disamping itu juga mendatangkan supply bensin akan menjadi PR tersendiri ke wilayah ini.
Kedua agar motor disini tidak bisa ngebut.
Jalanan kecil disepanjang perkampungan agats, menjadikan kita harus sangat hati-hati dalam berkendara, lalu lalang orang berjalan dan jalan untuk motor menjadi satu sehingga disarankan untuk pelan dalam berkendara. Dengan motor listrik kecepatan maksmialnya mungkin tidak sekencang motor biasa jadi lebih aman.
3. Seminggu disini ngapain aja ?
Tujuan saya kesini adalah untuk melakuka pembangunan jaringan internet gratis dari pemerintahan melalui program Akses Internet dari BAKI-KOMINFO. Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat di daerah yang belum terjangkau sinyal, disamping untuk kebutuhan mendapatkan informasi internet juga penting untuk kebutuhan hiburan. Program ini merupakan salah satu cara untuk membangun daerah perbatasan. Ayo kita Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia.
2. Suasana di Perkampungan Agats
Karena sampai di Agats subuh, jadi tidak terlalu terlihat suasananya, sampai disana langsung barang kami diangkut ke penginapan. Suasana perkampungan disana baru dirasakan menjelang siang. Rupanya Agats ini terletak diatas rawa gituh (CMIIW), kalau dilihat sepertinya bukan laut lebih mirip sungai yang besar. Kondisi udaranya juga sejuk tapi sedikit lembab, dan gak ketinggalan kalo jalan ke Papua harus sedia lotion anti nyamuk. Ada yang menarik disini, meskipun perkampungannya diatas air, tapi air untuk keperluan sehari-hari hanya mengandalkan air hujan, Jadi kalau hujan datang warga disana menadah air untuk ditampung.
![]() |
| suasana sore hari di perkampungan |
![]() |
| kondisi jalan perkampungan |
![]() |
| lapangan bola yang terbuat dari papan |
Salah satu hal yang baru saya sadari disini, kalau semalam saya diantar ke penginapan menggunakan motor listrik. Yaps, canggih bukan? di wilayah yang sangat jauh dari jakarta dan tidak ada jalan aspal tetapi disini sudah sedikit lebih maju. Mungkin alasan menggunakan motor listrik disini untuk faktor keamanan.
Pertama memang untuk mencegah terjadinya kebakaran oleh bensin.
Seperti yang sudah saya bicarakan diatas kalau asmat itu sebagian besar berada di atas rawa, jadi pondasi yang digunakan adalah kayu. Kebayang kan kalau terjadi kebakaran ? disamping itu juga mendatangkan supply bensin akan menjadi PR tersendiri ke wilayah ini.
Kedua agar motor disini tidak bisa ngebut.
Jalanan kecil disepanjang perkampungan agats, menjadikan kita harus sangat hati-hati dalam berkendara, lalu lalang orang berjalan dan jalan untuk motor menjadi satu sehingga disarankan untuk pelan dalam berkendara. Dengan motor listrik kecepatan maksmialnya mungkin tidak sekencang motor biasa jadi lebih aman.
![]() |
| suasana di salah satu sekolah |
" Orang Jakarta kalau siang disini ngecas HP, kami ngecas motor"satu lagi hal menarik disini, kalau kita orang jakarta atau dari luar asmat, kita mencari colokan listrik untuk cas HP atau dawai lainnya, kalau orang sini untuk cas motor.
3. Seminggu disini ngapain aja ?
Tujuan saya kesini adalah untuk melakuka pembangunan jaringan internet gratis dari pemerintahan melalui program Akses Internet dari BAKI-KOMINFO. Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat di daerah yang belum terjangkau sinyal, disamping untuk kebutuhan mendapatkan informasi internet juga penting untuk kebutuhan hiburan. Program ini merupakan salah satu cara untuk membangun daerah perbatasan. Ayo kita Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia.
"Saya lumayan sering bepergian ke tempat-tempat yang kriterianya 3T, yang saya rasakan adalah sebuah "ketenangan" dan "semangat" warga sekitar"
Di Agats saya beraktivitas di salah satu sekolah yaitu SDN 1 Syuru, disamping saya mengerjakan project saya disini juga kami berinteraksi dengan warga-warga sekitar, bermain, ngobrol sampai jalan-jalan menyusuri sungai. Salah satu pengalaman hidup yang berkesan.
![]() |
| anak-anak sedang menonton |
"Bermain" bersama anak-anak disini cukup menyenangkan, wajah polos dan rasa ingin tahu yang begitu besar dari mereka, apalagi kalau kita mengeluarkan dawai kita pasti jadi tontonan anak-anak bahkan warga disana.
![]() |
| senyum anak asmat |
Fasilitas sekolah disini masih kurang lengkap jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah dikota besar, bangunannya juga masih dari kayu, jika teman-teman mau menyumbang buku atau alat peraga sekolah lainnya akan sangat membantu bagi mereka.
![]() |
| suasana di sekolah |
Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting bagi kita semua dan bagi mereka. Apalagi anak-anak yang merupakan penentu masa depan untuk Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik.
![]() |
| murid SD Syuru |
Beberapa waktu lalu kita sempat diramaikan dengan kejadian musibah giji buruk diwilayah asmat, ini adalah salah satu PR bagi pemerintah dan kita semua tidak hanya untuk Asmat tetapi untuk wilayah-wilayah 3T lainnya untuk senantiasa menjaga kestabilan dan melakukan pembangunan agar wilayah 3T tidak lagi tertinggal dan bisa bersaing dengan wilayah lainnya.
Kontribusi pembangunan tidak hanya dibebankan ke pemerintah tetapi pihak swasta pun kita mulai ikut berpartisipasi dalam pembangunan wilayah 3T. Salah satunya untuk penanggulangan giji buruk di Asmat. KORINDO ikut berpartisipasi dengan mengirimkan tenaga medis dari perusahaan kelapa sawit korea selatan menuju wilayah-wilayah pelosoknya dengan program klinik mobile.
Itu saja cerita yang bisa saya bagi, mudah-mudahan bermanfaat..
Ayo kita bangun wilayah 3T menjadi lebih baik untuk terasnya indonesia !
dan mari kita dukung semua program pemerintahan dan swasta untuk Perubahan Indonesia yang lebih baik.
Kontribusi pembangunan tidak hanya dibebankan ke pemerintah tetapi pihak swasta pun kita mulai ikut berpartisipasi dalam pembangunan wilayah 3T. Salah satunya untuk penanggulangan giji buruk di Asmat. KORINDO ikut berpartisipasi dengan mengirimkan tenaga medis dari perusahaan kelapa sawit korea selatan menuju wilayah-wilayah pelosoknya dengan program klinik mobile.
Itu saja cerita yang bisa saya bagi, mudah-mudahan bermanfaat..
Ayo kita bangun wilayah 3T menjadi lebih baik untuk terasnya indonesia !
dan mari kita dukung semua program pemerintahan dan swasta untuk Perubahan Indonesia yang lebih baik.












0 comments:
Post a Comment