"Baju Baru Sang Raja", Kritik Masyarakat yang Sakit
JAKARTA - Kekritisan mahasiswa tidak melulu harus disampaikan melalui aksi demonstrasi. Teater Sastra Universitas Indonesia (UI) membuktikan, lakon teater juga ampuh menjadi media aspirasi.
Adalah I Yudhi Soenarto, sutradara Teater Sastra UI, yang mewujudkan kritik sosial pada dongeng The Emperor's New Clothes karya Hans Christian Anderson dalam komedi satir Baju Baru Sang Raja.
Dongeng The Emperor's New Clothes bercerita tentang seorang raja yang begitu mudah diperdaya, hingga akhirnya dia tampil telanjang di muka rakyatnya. Ketika membaca ulang dongeng ini, Yudhi menyadari bahwa dia mewakili kondisi masyarakat yang ‘sakit’. Yaitu masyarakat yang menerima kebohongan sebagai suatu kelumrahan, namun menganggap kejujuran sebagai kejahatan yang mengerikan.
"Cerita ini sekaligus menjadi sebuah kritik bagi kondisi sosial-politik kita," ujar Yudhi seperti dikutip dari keterangan tertulis Teater Sastra UI kepada okezone, Senin (28/11/2011).
Di tangan Yudhi, Baju Baru Sang Raja mengkritik multivalensi sebagai imbas globalisasi. Kondisi multivalensi menempatkan individu dan masyarakat terikat dengan beberapa sistem nilai sekaligus.
Misalnya, seseorang yang terikat pada budaya tradisional dengan semangat kebersamaan yang tinggi, ternyata dapat terikat pula pada budaya korporasi yang memahami relasi sosial sebagai pesaing.
"Dalam situasi tersebut, masyarakat tidak lagi berjalan di atas garis prinsip yang tegas, melainkan di atas perhitungan untung-rugi yang berkelok-kelok. Maka, tidak mengherankan jika kemudian mereka bertingkah seperti orang-orang yang kebingungan dan kehilangan arah," imbuhnya.
Komedi satir dipilih karena ia menjungkirbalikkan logika dan mengungkap sisi buruk kemanusiaan dengan naif. Ia mengajak kita menertawakan diri sendiri sambil memetik pelajaran tentang kehidupan.
Dengan tata visual yang futuristik, para aktor Baju Baru Sang Raja berusaha menampilkan imajinasi tentang masa depan yang semerawut karena dibangun di atas kemunafikan.
"Imajinasi ini akan menjadi kenyataan bila tidak ada perubahan yang dilakukan sekarang," papar Yudhi.
Baju Baru Sang Raja merupakan produksi Terater Sastra UI ke-330. Segenap civitas academica UI ikut terlibat dalam pementasan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), 25-27 November lalu. Terlihat, budayawan Tommy F Awuy dan anggota DPRD DKI Jakarta Wanda Hamidah ikut ambil bagian sebagai pemain. Tidak hanya itu, suasana pementasan dibuat meriah dengan kehadiran Marching Band Madah Bahana UI ke dalam ruang pertunjukan.(rfa)


0 comments:
Post a Comment