Suatu hari si tokoh memukul kucing milik tetangga,dia merasa tidak bersalah memukul kucing itu karena kucing itu dianggap bersalah karena sudah memakan ayam rica-rica miliknya.Persoalannya semakin berkepanjangan dimana pemilik kucing mengkomplen butet sebagai si tokoh melalui Pak RT dia meminta biaya untuk berobat dan perawatan kucingnya yang pincang gara-gara dipukul butet.Biaya perwatan ini semakin mempersulit kehidupan ekonomi butet dimana biaya perawatan kucing semakin hari semakin mahal belum lagi dia harus tetap memberi napkah kepada keluarganya.
"Meskipun banyak dibenci orang,kucing mempunyai prilaku yang lebih terpuji daripada koruptor,kucing tidak akan memakan makanan yang bukan haknya" kata mas Butet
Secara garis besar seperti itu monolog dari mas Butet,meski terkesan sederhana tapi monolg ini kental dengan persoalan kemanusiaan dan lingkarannya.
Tata panggung dibuat sangat sederhana sekali berbeda dengan penampilan monolog Butet seperti diTV,Butet hanya membutuhkan visualisasi rumah serta perangkat rumah sederhana lainnya.
Mungkin itu review singaktnya kayaknya kalau diceritain bakalan lebih panjang bagaimana doel nemu tempat pertunjukannya deh,
Tags:

0 comments:
Post a Comment